Jalan Desa Pinggir Air Retak dan Terancam Amblas, Warga Pinggir Air Desak DPRD Sungai Penuh Turun Tangan

Kondisi jalan sungai penuh di Desa Pinggir Air retak dan terancam amblas.
Kondisi jalan sungai penuh di Desa Pinggir Air retak dan terancam amblas.

SUNGAI PENUH – Kerusakan jalan di Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, mulai menunjukkan tanda-tanda serius. Retakan memanjang terlihat di sejumlah bagian badan jalan yang selama ini menjadi akses penting masyarakat.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Warga mulai mengkhawatirkan keselamatan pengguna jalan, terlebih jika kerusakan terus melebar dan diperparah oleh intensitas hujan.

Tak hanya retak, badan jalan yang merupakan aset Pemerintah Kota Sungai Penuh itu juga dinilai berpotensi mengalami amblas apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan.

BACA JUGA:Perbaikan Jalan Nasional di Banyuasin Picu Kemacetan Parah, Polda Jambi Minta Pengendara Hindari Jalur Lintas Timur

Warga pun meminta anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Daerah Pemilihan (Dapil) III tidak sekadar menerima laporan dari masyarakat. Mereka mendesak wakil rakyat tersebut turun langsung melihat kondisi jalan di lapangan.

“Retakannya sudah cukup jelas dan memanjang. Kami khawatir kalau dibiarkan, apalagi saat musim hujan, kerusakannya semakin parah dan membahayakan pengguna jalan,” ujar seorang warga.

Menurut masyarakat, jalan tersebut memiliki fungsi penting karena tidak hanya melayani aktivitas warga Desa Pinggir Air, tetapi juga menjadi salah satu jalur penghubung antarwilayah di Kecamatan Kumun Debai.

Karena itu, warga menilai kerusakan tersebut semestinya tidak menunggu sampai menjadi persoalan yang lebih besar. Pemeriksaan kondisi konstruksi dan langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting sebelum kerusakan berkembang menjadi kerusakan berat.

“Jangan tunggu sampai rusak total baru diperbaiki. Kalau bisa ditangani sekarang, tentu lebih baik sebelum membahayakan masyarakat dan biaya perbaikannya justru semakin besar,” kata warga lainnya.

Sorotan warga juga diarahkan kepada DPRD Kota Sungai Penuh, khususnya wakil rakyat dari Dapil III. Mereka berharap fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi tidak berhenti pada forum rapat atau laporan administratif, tetapi diwujudkan melalui pengecekan langsung ke lokasi.

Masyarakat juga meminta Pemkot Sungai Penuh melalui organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk kebutuhan anggaran perbaikan.

Bagi warga, persoalan jalan merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut mobilitas sekaligus keselamatan masyarakat. Karena itu, mereka berharap kondisi jalan di Desa Pinggir Air masuk dalam perhatian serius pemerintah daerah.

BACA JUGA:Pemkab Kerinci Genjot Perbaikan Jalan Masgo, Akses Warga dan Jalur Distribusi Hasil Panen Segera Dibenahi

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari anggota DPRD Kota Sungai Penuh Dapil III terkait tuntutan warga tersebut.

Sementara itu, Dinas PUPR Kota Sungai Penuh menyatakan akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan di Desa Pinggir Air.

Kini, masyarakat menunggu tindak lanjut konkret. Sebab, bagi warga, yang dibutuhkan bukan sekadar janji pemeriksaan, melainkan langkah nyata sebelum retakan berubah menjadi kerusakan yang lebih parah. (*)




Berita Terkait

Jalan Desa Pinggir Air Retak dan Terancam Amblas, Warga Pinggir Air Desak DPRD Sungai Penuh Turun Tangan

SUNGAI PENUH – Kerusakan jalan di Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, mulai menunjukkan tanda-tanda serius. Retakan mema

Read more

Belum Ada Aturan Perpanjangan PPPK 2027, BKPSDM Sungai Penuh Koordinasi ke KemenPAN-RB

SUNGAI PENUH – Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai dihantui ketidakpastian masa depan setelah kontrak kerja mereka di

Read more

Pemkot Sungai Penuh Setop Rekrutmen Honorer Baru, OPD Dilarang Terbitkan SK Pengangkatan

SUNGAIPENUH-Pemerintah Kota Sungai Penuh resmi menutup pintu bagi perekrutan tenaga honorer baru di seluruh perangkat daerah. Kebijakan tersebut diber

Read more

Lima Oknum Polisi Dijatuhi PTDH, Karena Terlibat Kasus Meninggalnya Brigadir EWS

JAMBI - Lima oknum anggota Polri dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) setelah dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik

Read more

85 Titik Panas Terdeteksi di Bungo, Pemkab Waspadai Ancaman Karhutla Saat Musim Kemarau

MUARA BUNGO –Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bungo mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau. Hingga 3 Agustus 20

Read more

Kemarau Mulai Cekik Warga Tanjabtim, Sumur Mengering dan Karhutla Mengintai

MUARASABAK – Musim kemarau mulai menekan warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Di Kelurahan Parit Culum Satu, Kecamatan Muara Sabak

Read more