Lestarikan Permainan Tradisional, Kampoeng Radja dan Disdik Kota Jambi Gelar Grand Final Festival Lomba Lari Balok

Suasana pertandinga Festival Lari Balok yang digelar Kampoeng Raja dan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi
Suasana pertandinga Festival Lari Balok yang digelar Kampoeng Raja dan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi

JAMBI—Grand Final Festival Lomba Lari Balok tingkat Kota Jambi tahun 2026 berlangsung meriah di tengah antusiasme peserta, guru, dan orang tua. Kegiatan yang mempertemukan anak-anak usia dini tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pelestarian permainan tradisional, serta pengembangan fisik dan karakter anak.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama PT Anjungan Buana Wisata (Kampoeng Radja) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menghadirkan kegiatan positif dan edukatif bagi anak usia dini sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.

Festival lari balok memiliki sejumlah tujuan, di antaranya melestarikan permainan tradisional, melatih keterampilan motorik dan keseimbangan, meningkatkan konsentrasi, serta menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan kepada anak-anak.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan lintasan dengan cepat, tetapi juga harus mampu menjaga keseimbangan tubuh, mengatur gerakan dan berkonsentrasi. Aktivitas tersebut secara tidak langsung melatih koordinasi motorik, kelincahan serta kemampuan anak dalam mengikuti aturan permainan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan lari balok memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertandingan untuk menentukan pemenang.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk investasi terhadap tumbuh kembang anak. Melalui permainan yang melibatkan aktivitas fisik, anak memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan motorik, keseimbangan, konsentrasi dan keberanian sejak usia dini.

“Ini babak final lomba balok dan hari ini anak-anak akan mengikuti pertandingan. Kita sebagai orang tua tentu memberikan dukungan kepada mereka. Mudah-mudahan acara berjalan lancar dalam menyiapkan anak-anak kita menjadi kebanggaan dan memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita semua,” ujar Sugiono.

Ia menilai kegiatan seperti Festival Lomba Lari Balok perlu terus didukung karena memberikan ruang kepada anak untuk menyalurkan energi secara positif sekaligus memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas yang menyenangkan.

“Kegiatan ini tidak semata-mata bertanding, tetapi merupakan investasi bagi anak kita,” katanya.

Sugiono menjelaskan, terdapat dimensi pengembangan anak usia dini dalam kegiatan tersebut, khususnya pada aspek fisik dan motorik. Anak dilatih menjaga keseimbangan, meningkatkan konsentrasi serta mengoordinasikan gerakan tubuh ketika mengikuti perlombaan.

“Di sini ada dimensi pengembangan anak usia dini, terkait fisik dan motorik, keseimbangan, konsentrasi melalui kegiatan ini. Jadi banyak aktivitas edukatifnya,” jelasnya.

Menurut Sugiono, pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Anak juga perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan fisik, sosial, emosional dan kreativitas melalui berbagai kegiatan positif.

“Kita tidak hanya ingin anak-anak kita pintar, tetapi juga punya energi lebih yang bisa disalurkan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan yang melibatkan permainan tradisional tersebut dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran anak di luar ruang kelas. Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan seperti ini juga dapat membantu anak membangun rasa percaya diri dan belajar berinteraksi dengan teman sebaya.

Pada kesempatan tersebut, Sugiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Festival Lomba Lari Balok tingkat Kota Jambi 2026.

“Kami mengapresiasi kepada semua pihak, termasuk Ibu Direktur, atas kerja sama dan terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Anjungan Buana Wisata, Fela Agustina, mengatakan pihaknya merasa bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan yang dinilai memiliki makna bagi perkembangan anak.

Menurut Fela, lomba lari balok bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi anak dalam mengenal keseimbangan, fokus dan sportivitas sejak dini.

“Kami bangga dengan acara yang bermakna hari ini, yaitu babak final lomba balok tahun 2026. Ini bukan lomba biasa, tetapi merupakan investasi keberadaban dalam langkah belajar tentang keseimbangan, fokus dan sportivitas sejak dini,” ujar Fela.

Fela menilai permainan tradisional memiliki nilai penting dalam proses tumbuh kembang anak. Selain mendorong aktivitas fisik, permainan tradisional juga menjadi sarana untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Menurutnya, pengenalan permainan tradisional perlu dilakukan secara berkelanjutan agar warisan budaya tersebut tidak hilang di tengah perkembangan teknologi dan semakin populernya permainan digital.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengenalkan kepada generasi tentang permainan tradisional,” katanya.

Ia menambahkan, permainan lari balok mengandung berbagai nilai pembelajaran. Anak-anak belajar menjaga keseimbangan, berkonsentrasi, mengikuti aturan, serta menghadapi kompetisi secara sehat.

Dalam suasana perlombaan, anak juga belajar menerima hasil pertandingan. Kemenangan menjadi pengalaman untuk meningkatkan kepercayaan diri, sementara kekalahan menjadi kesempatan untuk belajar menerima hasil dan tetap menghargai peserta lainnya.

Fela juga menyampaikan terima kasih kepada para guru PAUD dan orang tua yang telah memberikan dukungan kepada peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kepada guru PAUD dan orang tua, terima kasih atas kerja samanya sehingga kita bisa melanjutkan setelah babak final ini,” ujarnya.

Menurut Fela, dukungan guru dan orang tua sangat penting untuk memastikan nilai-nilai yang diperoleh anak selama mengikuti perlombaan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap kerja sama antara PT Anjungan Buana Wisata (Kampoeng Radja) dan Dinas Pendidikan Kota Jambi dapat terus berlanjut dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan edukatif dan rekreatif bagi anak-anak.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan ruang bagi anak untuk bermain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Fela juga mengajak peserta, guru dan orang tua untuk memanfaatkan berbagai wahana permainan yang tersedia di Kampoeng Radja setelah rangkaian perlombaan.

“Selamat bertanding dan setelah itu mari kita manfaatkan berbagai permainan yang ada di Kampoeng Radja,” katanya.

Grand Final Festival Lomba Lari Balok tingkat Kota Jambi 2026 pada akhirnya menjadi momentum yang memadukan unsur pendidikan, olahraga, pelestarian budaya dan pembentukan karakter. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui permainan, sementara orang tua dan guru turut berperan memberikan dukungan serta motivasi.

Di balik kesederhanaan permainan lari balok, terdapat sejumlah keterampilan yang dapat dikembangkan, mulai dari keseimbangan tubuh, koordinasi motorik, kelincahan, konsentrasi hingga ketahanan fisik. Pada saat yang sama, anak juga diperkenalkan dengan nilai sportivitas, kedisiplinan, kekompakan dan kebersamaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya untuk menjaga eksistensi permainan tradisional di tengah perubahan zaman. Pengenalan permainan tradisional sejak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan rasa mengenal dan menghargai budaya lokal serta mendorong anak untuk lebih aktif melakukan kegiatan fisik.

Kerja sama PT Anjungan Buana Wisata (Kampoeng Radja) dengan Dinas Pendidikan Kota Jambi menjadi bagian penting dalam mewujudkan kegiatan tersebut. Sinergi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga pendidikan, guru dan orang tua menunjukkan bahwa pengembangan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai kegiatan serupa diharapkan dapat terus menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk bermain, belajar, bergerak dan bersosialisasi secara positif.

Festival Lomba Lari Balok Kota Jambi 2026 pun tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sehat, aktif, percaya diri, sportif dan memiliki karakter kuat sejak usia dini. (*)




Berita Terkait

Lestarikan Permainan Tradisional, Kampoeng Radja dan Disdik Kota Jambi Gelar Grand Final Festival Lomba Lari Balok

JAMBI—Grand Final Festival Lomba Lari Balok tingkat Kota Jambi tahun 2026 berlangsung meriah di tengah antusiasme peserta, guru, dan orang tua.

Read more

Perintahkan Usut Dugaan Intimidasi Guru, Wali Kota Jambi Turunkan Psikolog dan Inspektorat

JAMBI – Dugaan intimidasi terhadap seorang guru sekolah dasar (SD) di Kota Jambi tak lagi sekadar menjadi laporan keluarga. Pemerintah Kota Jamb

Read more

Kasus Dugaan Pelecehan Verbal Guru SDN 64 Jambi Masih Didalami, Disdik Tunggu Keterangan Korban

JAMBI– Dugaan pelecehan verbal terhadap seorang guru perempuan di SD Negeri 64 Kota Jambi masih dalam tahap penelusuran. Dinas Pendidikan (Disdi

Read more

Setelah 20 Tahun Memimpin, Petrie Ramlie Serahkan Nahkoda PT Anjungan Buana Wisata kepada Fela Agustina

JAMBI–PT Anjungan Buana Wisata yang menaungi objek wisata Kampoeng Radja resmi melakukan serah terima jabatan Direktur Utama dari Ir. Petrie Pri

Read more