Hujan Guyur Jambi, Kabut Asap Mulai Berkurang
JAMBI-Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi sejak Senin dini hari membawa sedikit kelegaan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Read more
JAMBI-Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi sejak Senin dini hari membawa sedikit kelegaan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Guyuran hujan membuat kabut asap berkurang sekaligus membantu menekan perkembangan titik-titik kebakaran.
Namun, hujan belum serta-merta mengakhiri persoalan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luas lahan yang terbakar sejak awal tahun hingga saat ini diperkirakan mencapai 619,75 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan, hujan turut membantu mengurangi luasan area yang terdampak kebakaran, terutama di kawasan Londerang dan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta Kecamatan Batara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
BACA JUGA:ISPA Tembus 15,6 Juta Kasus, Kemenkes Ingatkan Ancaman Asap Karhutla dan Cuaca Kering
Salah satu lokasi yang masih menjadi perhatian adalah Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi. Di kawasan tersebut, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 170 hektare.
Persoalannya, sebagian wilayah yang terbakar berada di kawasan gambut. Kondisi ini membuat pemadaman tidak cukup hanya dengan membasahi permukaan. Api yang merambat di bawah lapisan gambut dapat kembali muncul jika proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.
"Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama dalam operasi pemadaman sehingga membutuhkan pendinginan secara menyeluruh," kata Bachyuni.
Di tengah situasi tersebut, BPBD kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan metode pembakaran. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika kondisi lahan masih kering dan mudah terbakar.
"Kami minta bersama-sama menjaga lingkungan, jangan membuka lahan dengan membakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena sekarang kondisi sangat kering dan rawan kebakaran," ujarnya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Jambi Benedy Fajar memastikan hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi terjadi secara alami. Hujan terutama mengguyur kawasan Jambi bagian timur, termasuk Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi.
BACA JUGA:Kabut Asap Mulai Terasa, Aktivis Lingkungan Bagikan Masker dan Kritik Penanganan Karhutla
BMKG menegaskan hujan tersebut bukan hasil dari kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Hujan ini merupakan hujan alami, bukan dari aktivitas kegiatan OMC," kata Benedy.
Dengan demikian, hujan memang memberi jeda terhadap kepungan asap, tetapi ancaman karhutla belum sepenuhnya hilang. Luas lahan terbakar yang masih mencapai ratusan hektare menunjukkan bahwa Jambi tetap berada dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan dan penanganan berkelanjutan. (*)
JAMBI-Hujan yang turun di sejumlah wilayah Jambi sejak Senin dini hari membawa sedikit kelegaan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Read moreJAKARTA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Indonesia masih berada pada level tinggi. Kementerian Kesehatan mencatat 15,6 juta kas
Read moreJAMBI – Kabut asap yang mulai dirasakan warga Kota Jambi mendorong sejumlah aktivis lingkungan turun ke jalan. Mereka membagikan masker kepada p
Read moreJAMBI - PT Pegadaian Area Jambi terus memperkuat hubungan dengan insan pers sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai produk investasi
Read moreJAMBI – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Provinsi Jambi dinilai semakin sulit dikendalikan. Operasi tambang bahkan disebut telah
Read moreMUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, kembali memunculk
Read more