Angka Pengangguran Jambi Tembus 77,55 Ribu Orang, BPS Sebut Faktor Musiman Pengaruhi Kenaikan

Kegiatan Siaran Pers Bersama Berita Statistik yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi
Kegiatan Siaran Pers Bersama Berita Statistik yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi

JAMBI - Jumlah pengangguran di Provinsi Jambi mengalami peningkatan pada periode Februari hingga Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, jumlah pengangguran bertambah sebanyak 2,9 ribu orang dibandingkan triwulan sebelumnya, sehingga total pengangguran hingga Mei 2026 mencapai 77,55 ribu orang.

Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Siaran Pers Bersama Berita Statistik Periode Agustus 2026 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan BPS Provinsi Jambi, Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan bahwa peningkatan angka pengangguran tidak sepenuhnya menggambarkan penurunan aktivitas ekonomi, melainkan dipengaruhi oleh faktor musiman, khususnya perubahan aktivitas pekerjaan masyarakat pada periode tertentu.

BACA JUGA:Sektor Industri Jadi Penopang Utama Ekspor Jambi, Kontribusi Capai 50,11 Persen

Menurut Aidil, salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya angka pengangguran adalah berkurangnya aktivitas ekonomi sementara yang sebelumnya banyak dilakukan oleh kelompok perempuan pada periode menjelang Ramadan. “Penyebab meningkatnya pengangguran yaitu pada triwulan pertama banyak ibu-ibu rumah tangga yang ikut berdagang karena menjelang bulan puasa. Kemudian pada triwulan kedua ketika tidak ada momentum tersebut, sebagian dari mereka tidak lagi bekerja sehingga angka pengangguran perempuan meningkat,” jelas Aidil.

Ia menyebutkan, kondisi berbeda terjadi pada kelompok pekerja laki-laki yang justru mengalami penurunan angka pengangguran. Peningkatan pengangguran lebih banyak dipengaruhi oleh fenomena pekerjaan sementara atau usaha musiman yang muncul pada periode tertentu. “Untuk laki-laki angka pengangguran sebenarnya turun. Jadi kenaikan ini lebih disebabkan oleh usaha dadakan yang melibatkan ibu-ibu untuk berjualan pada bulan tertentu. Ketika aktivitas itu selesai, mereka kembali tidak bekerja,” ujarnya.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah angkatan kerja di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 1,89 juta orang atau meningkat sekitar 18 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan sebesar 0,41 persen poin.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 1,81 juta orang, meningkat sebanyak 15,3 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan jumlah pekerja terbesar berasal dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan tambahan sekitar 9,3 ribu orang.

Dari sisi status pekerjaan, sebanyak 800,28 ribu orang atau 44,16 persen penduduk bekerja berada pada kegiatan formal. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 3,62 persen poin dibandingkan Februari 2026.

BPS juga mencatat persentase setengah pengangguran mengalami penurunan sebesar 4,75 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu meningkat sebesar 17,82 persen poin dibandingkan periode sebelumnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Jambi pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,10 persen atau meningkat 0,12 persen poin dibanding Februari 2026.

Sementara itu, Asisten Gubernur Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Agus Sunaryo, mengatakan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi terhadap berbagai indikator ekonomi, termasuk meningkatnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). “Memang tingkat pengangguran terbuka terjadi peningkatan. Artinya dari sisi indikator masih ada kelemahan-kelemahan, sehingga perlu dikoreksi kembali apa saja yang menjadi penyebabnya,” kata Agus.

BACA JUGA:Seribu Nelayan Kecil Dilindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Menurutnya, pemerintah akan terus memperkuat berbagai sektor ekonomi, termasuk melalui optimalisasi belanja pemerintah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi pada triwulan berikutnya.

Agus juga menyebutkan terdapat beberapa lapangan usaha yang mengalami perlambatan, salah satunya sektor pertambangan mineral khususnya batubara. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Jambi bersama berbagai pemangku kepentingan akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor produktif, serta peningkatan investasi agar pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dampak lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat. (*)




Berita Terkait

Angka Pengangguran Jambi Tembus 77,55 Ribu Orang, BPS Sebut Faktor Musiman Pengaruhi Kenaikan

JAMBI - Jumlah pengangguran di Provinsi Jambi mengalami peningkatan pada periode Februari hingga Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS

Read more

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Investasi Jadi Pekerjaan Rumah

JAMBI – Perekonomian Provinsi Jambi menunjukkan kinerja positif pada Triwulan II 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,15 persen secara

Read more

Gudang Rokok Ilegal di Jambi Digerebek, Bea Cukai Amankan Ribuan Bungkus Tanpa Cukai

JAMBI-Kantor Bea Cukai Jambi berhasil mengungkap dugaan penyimpanan rokok ilegal dalam sebuah operasi penindakan yang dilakukan di kawasan Simpang IV

Read more

Geopark Merangin Jambi Hadapi Penilaian UNESCO, Delapan Situs Unggulan Dipersiapkan

JAMBI-Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan revalidasi atau evaluasi ulang dari UNESC

Read more

Jalan Kawasan Unja-UIN Macet Terus, BPJN Jambi Kaji Pelebaran Ruas hingga 8 Kilometer

JAMBI-Rencana pelebaran ruas jalan nasional yang melintasi kawasan Universitas Jambi (Unja) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin

Read more

Tarik Ulur Tapal Batas Jambi-Sumsel Berlanjut, Verifikasi Lapangan Jadi Penentu Keputusan

JAMBI-Pemerintah Provinsi Jambi memastikan proses penyelesaian sengketa batas wilayah dengan Provinsi Sumatera Selatan masih terus berjalan dan belum

Read more