Operasi PETI di Geopark Merangin, Aparat Sita Peralatan Tambang Ilegal dan Amankan Empat Rakit
MERANGIN – Aparat gabungan bergerak menyisir kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin dalam operasi penertiban penambangan emas tanpa izin
Read more
JAMBI-Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan revalidasi atau evaluasi ulang dari UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026. Penilaian tersebut menjadi tahapan penting untuk mempertahankan status Geopark Merangin sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark yang diakui dunia.
Ketua Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark, Agus Zainuddin, mengatakan seluruh unsur yang terlibat telah melakukan koordinasi intensif guna memastikan setiap lokasi yang akan dikunjungi siap menerima tim evaluator internasional. Menurutnya, evaluasi ini merupakan agenda rutin UNESCO yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali untuk menilai konsistensi pengelolaan kawasan geopark.
BACA JUGA:Geopark Merangin Optimistis Pertahankan Status UNESCO Global Geopark
Dalam proses penilaian kali ini, UNESCO akan mengirimkan dua evaluator internasional yang berasal dari Korea Selatan dan Prancis. Keduanya akan melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari Geopark Merangin untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menilai perkembangan pengelolaan kawasan sejak evaluasi sebelumnya.
Agus menjelaskan, terdapat delapan titik yang telah dipersiapkan sebagai lokasi kunjungan tim penilai. Setiap lokasi dipilih karena memiliki nilai penting, baik dari sisi geologi, keanekaragaman hayati, maupun budaya masyarakat yang menjadi bagian dari identitas kawasan Geopark Merangin.
Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada kekayaan warisan geologi semata. Tim evaluator juga akan melihat bagaimana upaya pelestarian lingkungan dijalankan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan, hingga pemanfaatan potensi geopark untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Salah satu lokasi yang akan menjadi perhatian adalah kawasan Goa Tiangko. Wilayah ini dikenal sebagai situs yang memiliki nilai geologi sekaligus budaya yang tinggi. Selain berada dalam kawasan konservasi cagar alam yang telah dilindungi sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, Goa Tiangko juga menyimpan berbagai jejak sejarah kehidupan manusia purba.
Di kawasan tersebut ditemukan peninggalan prasejarah yang diperkirakan berusia sekitar 10.250 tahun. Selain nilai arkeologinya, masyarakat sekitar juga masih mempertahankan kearifan lokal berupa sistem irigasi tradisional menggunakan kincir air untuk mengairi lahan persawahan. Keberadaan teknologi sederhana yang tetap dimanfaatkan hingga kini menjadi salah satu bukti harmonisasi antara masyarakat dan lingkungan.
Tim evaluator juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah situs fosil yang menjadi ikon Geopark Merangin. Di antaranya adalah Granit Teluk Wang yang diperkirakan berumur sekitar 125 juta tahun, Fosil Kayu Teluk Ketimbung, serta fosil tumbuhan purba jenis Araucarioxylon yang diperkirakan telah ada sejak sekitar 300 juta tahun lalu di Formasi Mengkarang.
Warisan geologi tersebut menjadi salah satu kekayaan ilmiah yang memiliki nilai penting karena memberikan gambaran mengenai perkembangan kehidupan dan kondisi bumi pada masa lampau. Keberadaan fosil-fosil tersebut juga menjadikan Geopark Merangin sebagai salah satu kawasan geologi yang memiliki keunikan di tingkat internasional.
Selain itu, tim UNESCO akan meninjau Situs Fosil Muara Karing yang menyimpan berbagai fosil tumbuhan purba, seperti daun, pandan, serta tunggul kayu berusia sekitar 300 juta tahun. Koleksi fosil tersebut menjadi bagian dari bukti sejarah geologi yang terus dijaga sebagai aset ilmu pengetahuan sekaligus daya tarik wisata edukasi.
Rangkaian kunjungan tidak hanya terbatas pada situs geologi. Tim evaluator juga akan melihat berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang telah dikembangkan di dalam kawasan geopark. Salah satunya berada di kawasan Danau Pauh, Kecamatan Jangkat, yang dikenal sebagai destinasi wisata berbasis alam dan masyarakat.
Di kawasan tersebut terdapat taman bunga yang menjadi salah satu tujuan wisata, sekaligus berbagai program pengembangan ekonomi masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Model pengelolaan seperti ini menjadi salah satu aspek yang turut dinilai UNESCO karena menunjukkan keterkaitan antara pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lokasi lain yang juga masuk dalam agenda penilaian adalah Desa Rantau Kermas. Desa ini dikenal sebagai desa mandiri energi yang mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro berbasis aliran sungai. Selain mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat, desa tersebut juga mempertahankan kawasan hutan adat sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan.
Keberhasilan masyarakat dalam mengelola potensi alam secara berkelanjutan telah mendapat pengakuan internasional. Desa Rantau Kermas bahkan pernah meraih penghargaan juara pertama dalam ajang Global Geopark Network Award 2023 yang diselenggarakan di Maroko, sebuah pencapaian yang memperkuat citra Geopark Merangin di tingkat global.
BACA JUGA:Operasi Tambang Ilegal Merangin Terhenti, Polisi Hadapi Massa di Lokasi PETI
Agus Zainuddin menyatakan optimistis seluruh rangkaian evaluasi dapat berjalan lancar. Menurutnya, berbagai persiapan terus dimaksimalkan agar tim evaluator memperoleh gambaran menyeluruh mengenai komitmen pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan geopark.
Ia berharap hasil evaluasi tahun ini mampu mempertahankan status UNESCO Global Geopark yang selama ini disandang Geopark Merangin. Status tersebut dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan upaya konservasi, memperluas promosi pariwisata berbasis alam, serta membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi geologi, budaya, dan lingkungan secara berkelanjutan. (*)
MERANGIN – Aparat gabungan bergerak menyisir kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin dalam operasi penertiban penambangan emas tanpa izin
Read moreJAMBI-Badan Pengelola Jambi UNESCO Global Geopark terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan revalidasi atau evaluasi ulang dari UNESC
Read moreJAMBI-Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan optimisme mereka bahwa Geopark Merangin akan terus diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks. Keyak
Read moreJAMBI-Rencana pelebaran ruas jalan nasional yang melintasi kawasan Universitas Jambi (Unja) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin
Read moreJAMBI-Pemerintah Provinsi Jambi memastikan proses penyelesaian sengketa batas wilayah dengan Provinsi Sumatera Selatan masih terus berjalan dan belum
Read moreJAMBI – Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi mulai merasakan dampak musim kemarau. Tingginya tingkat kekeruhan Sungai Bata
Read more