Target PAD 2027 Jadi Sorotan, Fahrudin Pilih Mundur dari Ketua Komisi II

Ilustrai Fahrudin menyatakan mundur dari jabatannya
Ilustrai Fahrudin menyatakan mundur dari jabatannya

SUNGAI PENUHKetua Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh, Fahrudin, menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Sungai Penuh, Selasa (11/8/2026), dan dikaitkan dengan persoalan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun anggaran 2027.

Dalam forum tersebut, Fahrudin menyebut pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ia mengaku tidak berhasil meyakinkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar meningkatkan target PAD sebesar 3 persen pada 2027.

Menurut Fahrudin, pihak TAPD dan OPD justru menyampaikan bahwa target peningkatan PAD tersebut belum mampu mereka penuhi. “Ini bentuk tanggung jawab saya kepada rakyat. Saya gagal meyakinkan TAPD dan OPD untuk meningkatkan PAD. Bahkan mereka menyatakan tidak sanggup,” kata Fahrudin dalam rapat paripurna.

BACA JUGA:Sinergi Pasca Merger Makin Terasa, Laba Normalisasi XLSMART Naik 294 Persen

Sebagai Ketua Komisi II yang salah satu bidang pengawasannya berkaitan dengan pendapatan daerah, Fahrudin juga menyoroti pengelolaan sejumlah potensi PAD di Kota Sungai Penuh. Ia menilai masih terdapat peluang pendapatan yang belum dikelola secara maksimal.

Salah satu sektor yang menjadi sorotannya adalah parkir dan aktivitas usaha. Fahrudin menilai aktivitas ekonomi di berbagai kawasan kota seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah. “Di hampir seluruh sudut kota sudah menjadi lahan parkir dan aktivitas usaha, tetapi pemasukan ke kas daerah sangat kecil. Ini menunjukkan pengelolaan yang belum optimal,” ujarnya.

Fahrudin juga mempertanyakan kebijakan target PAD 2027 yang menurutnya tidak mencerminkan semangat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai terdapat perbedaan antara komitmen pembangunan yang disampaikan pemerintah dengan kondisi pengelolaan pendapatan daerah. “Pidato tentang prioritas rakyat terdengar tegas, namun faktanya berbeda. Target PAD justru diturunkan. Ini tidak sejalan dengan kondisi riil,” katanya.

Sebelumnya, Fahrudin mengaku telah meminta Wali Kota Sungai Penuh mengambil langkah tegas terhadap OPD pengelola PAD yang dinilai belum menunjukkan kinerja maksimal. Ia bahkan mendorong pemberian sanksi terhadap pejabat yang dianggap tidak profesional dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Dalam proses tersebut, Fahrudin mengaku menghadapi dinamika internal di DPRD. Ia menyebut terdapat anggota yang dinilai tidak konsisten dalam mendukung upaya peningkatan PAD. “Saya dihadang oleh sesama anggota. Ada yang tidak konsisten, bahkan menusuk dari dalam. Kalau berani, mari berdebat secara terbuka dengan argumen,” tegasnya.

BACA JUGA:Pengurus NasDem Jambi Dilantik, DPP Targetkan Tembus Pimpinan DPRD Provinsi

Pengunduran diri Fahrudin diperkirakan menjadi perhatian dalam dinamika DPRD Kota Sungai Penuh, khususnya terkait pengawasan pengelolaan PAD dan pembahasan kebijakan anggaran daerah.

Langkah tersebut sekaligus menempatkan persoalan optimalisasi PAD sebagai salah satu isu yang perlu mendapat perhatian lebih serius dalam penyusunan kebijakan fiskal Kota Sungai Penuh ke depan. (*)




Berita Terkait

Target PAD 2027 Jadi Sorotan, Fahrudin Pilih Mundur dari Ketua Komisi II

SUNGAI PENUH – Ketua Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh, Fahrudin, menyatakan mundur dari jabatannya. Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat p

Read more

Pengurus NasDem Jambi Dilantik, DPP Targetkan Tembus Pimpinan DPRD Provinsi

JAMBI – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jambi periode 2024-2029 resmi dilantik yang berlangsung di Ratu Convention

Read more

Soroti Celah Kebocoran PAD, DPRD Sungai Penuh Desak Akhiri Retribusi Manual

SUNGAI PENUH – Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh mengarahkan perhatian serius terhadap sistem pengelolaan retribusi daerah yang hingga kini masih

Read more

Langit Jambi Membandel, Hujan Buatan Mandek: Karhutla Tembus 300 Hektare

JAMBI – Upaya memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi kini berpacu dengan cuaca. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang

Read more

Tol Jambi-Rengat Dikebut, Penlok Ditarget Klir 5 September dan Pembebasan Lahan Ditarget Selesai Desember

JAMBI – Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi–Rengat Fase I kini berpacu dengan waktu. Pemerintah Provinsi Jambi memasang seju

Read more

Karhutla Jambi Makin Krusial, Hujan Buatan Terkendala Minimnya Awan

JAMBI - Upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi memasuki fase paling krusial. Rencana penerapan Teknologi Modifikasi Cu

Read more