Pencegahan Karhutla di Tanjab Timur, Lahan Gambut Jadi Perhatian Khusus

Ilustrasi foto
Ilustrasi foto

MUARASABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring memasuki musim kemarau 2026. Fokus utama pengendalian diarahkan pada kawasan bergambut yang selama ini dikenal memiliki tingkat kerawanan kebakaran paling tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjab Timur, Amri Juhardy, mengatakan wilayahnya memiliki bentang lahan gambut yang cukup luas sehingga memerlukan pengawasan lebih intensif saat curah hujan mulai berkurang. Berdasarkan perkiraan, musim kemarau akan berlangsung mulai Mei hingga September.

BACA JUGA:Empat Kecamatan di Batang Hari Masuk Zona Rawan Karhutla, BPBD Perkuat Upaya Pencegahan

Ia menyebut terdapat lima kecamatan yang masuk dalam kategori rawan Karhutla, yakni Dendang, Berbak, Mendahara Ulu, Geragai, dan Sadu. Kondisi lahan gambut di kawasan tersebut mudah kehilangan kadar air ketika kemarau berlangsung, sehingga meningkatkan potensi munculnya titik api.

Menurut Amri, upaya paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran adalah mempertahankan kelembapan gambut melalui pembasahan secara rutin sejak awal musim kemarau. Karena itu, BPBD mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Tanjab Timur, untuk bersama-sama menjaga kondisi lahan agar tidak mengering.

Ia menjelaskan, kebakaran di lahan gambut umumnya dipicu oleh aktivitas manusia yang kemudian diperparah oleh cuaca kering dan kerusakan ekosistem gambut. Saat kadar air menurun, api dapat merambat hingga ke lapisan bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih rumit dan memakan waktu lebih lama.

Selain berperan dalam mencegah Karhutla, menjaga kondisi gambut tetap basah juga penting bagi kelestarian lingkungan. Gambut berfungsi sebagai penyimpan karbon dalam jumlah besar, sehingga apabila mengalami kekeringan dan terbakar, emisi karbon yang tersimpan selama ribuan tahun dapat terlepas ke atmosfer dan memperburuk perubahan iklim.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur terus melaksanakan berbagai program restorasi dan perlindungan gambut. Sejumlah kegiatan yang dilakukan meliputi pembangunan sekat kanal, penutupan atau penimbunan kanal tertentu, serta penyediaan sumur bor di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

BACA JUGA:Harga Pinang di Tanjabtim Anjlok, Petani Terjepit Pembayaran Toke Tersendat

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap potensi Karhutla selama musim kemarau tahun ini dapat ditekan semaksimal mungkin. Upaya itu diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan, melindungi ekosistem gambut, sekaligus mencegah dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. (*)




Berita Terkait

Karhutla Kembali Muncul di Air Merah Muaro Jambi, Tiga Helikopter Water Bombing Dikerahkan

MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, kembali memunculk

Read more

Kabut Asap Mulai Terasa, Aktivis Lingkungan Bagikan Masker dan Kritik Penanganan Karhutla

JAMBI – Kabut asap yang mulai dirasakan warga Kota Jambi mendorong sejumlah aktivis lingkungan turun ke jalan. Mereka membagikan masker kepada p

Read more

50 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Muaro Jambi, Tiga Helikopter Dikerahkan

JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Persiapan Air Merah, pemekaran dari Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, belum sepenuh

Read more

DPRD Sungai Penuh Soroti Efektivitas APBD 2025, Minta Anggaran Berdampak Nyata

SUNGAI PENUH – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sungai Penuh mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pe

Read more

Harga Pinang di Tanjabtim Anjlok, Petani Terjepit Pembayaran Toke Tersendat

MUARASABAK – Harga pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) kembali merosot. Di tingkat pengepul, komoditas andalan masyarakat itu k

Read more

Solar Langka di Muaro Jambi, Antrean Truk Mengular: Kuota Kurang atau Pengawasan Lemah?

MUAROJAMBI-Kelangkaan biosolar di Muaro Jambi bukan sekadar persoalan antrean panjang di SPBU. Di balik deretan truk yang mengular hingga memakan bad

Read more