Kondisi bangunan salah satu SD dampingan Plan Indonesia pascagempa bumi di Kabupaten Manggarai, NTT

Gempa M 7,7 NTT Tewaskan 38 Orang, Operasi Penyelamatan Berpacu dengan Waktu

Posted on 2026-08-15 19:30:26 dibaca 46 kali

NTT — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (15/8/2026) meninggalkan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga pukul 15.00, 38 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan, selain korban meninggal, dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya menderita luka ringan.

Di tengah proses penanganan darurat, sekitar 2.000 warga memilih mengungsi secara mandiri untuk menghindari risiko gempa susulan maupun bangunan yang berpotensi runtuh.

BACA JUGA:Gempa M 7,7 Guncang NTT, Tsunami Menyapu Sejumlah Pesisir hingga Sulawesi

Pencarian Korban Belum Berhenti

Angka korban masih berpotensi berubah seiring berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi. Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi-lokasi yang terdampak, termasuk kawasan pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka.

Kepala Basarnas Maumere Fathur Rahman sebelumnya melaporkan sedikitnya 20 korban meninggal telah ditemukan di wilayah tersebut. Enam orang mengalami luka-luka, sementara dua warga masih berada di bawah reruntuhan.

Situasi di lapangan menjadi semakin sulit karena akses menuju kawasan yang berdekatan dengan pusat gempa di Nagekeo masih terputus.

Jalan Darat Lumpuh, Penyelamat Tempuh Jalur Laut

Material longsor menutup jalur darat menuju sejumlah titik terdampak. Kondisi tersebut membuat kendaraan tim penyelamat tidak dapat bergerak leluasa.

Bukan hanya akses fisik yang bermasalah. Gangguan komunikasi juga membuat koordinasi di lapangan semakin berat karena sinyal telekomunikasi dilaporkan terputus.

Dalam kondisi seperti itu, tim penolong harus mencari jalan lain. Jalur laut menjadi opsi untuk mencapai wilayah yang terisolasi. Tim SAR berupaya menembus kawasan terdampak menggunakan kapal feri.

Setiap menit menjadi penting. Di balik reruntuhan yang belum sepenuhnya terbuka, masih ada kemungkinan korban yang membutuhkan pertolongan segera.

Tsunami Sempat Mengancam

Gempa utama juga memicu ancaman tsunami. Gelombang dengan ketinggian di bawah satu meter sempat terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir.

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami sekitar tiga jam setelah gempa utama, setelah kondisi muka air laut dinilai tidak lagi menunjukkan ancaman signifikan.

Namun berakhirnya peringatan tsunami tidak serta-merta menghapus persoalan di daratan. Ancaman gempa susulan, bangunan yang rusak, longsor, hingga akses yang terputus masih menjadi tantangan besar bagi petugas dan warga.

Dengan 38 korban meninggal dan sekitar 2.000 orang mengungsi, operasi tanggap darurat kini memasuki fase kritis. Fokus utama berada pada pencarian korban, penyelamatan warga yang masih terisolasi, penanganan korban luka, serta pembukaan kembali akses menuju wilayah terdampak paling parah. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx