Ilustrasi foto

Udara Muaro Jambi Tak Sehat, Dinkes Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Posted on 2026-08-12 19:19:06 dibaca 73 kali

MUARO JAMBI — Ancaman karhutla di Muaro Jambi kini bukan lagi sekadar persoalan jarak pandang. Kualitas udara yang memburuk mulai menjadi ancaman langsung bagi kesehatan masyarakat.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 190 di wilayah Muaro Jambi. Level tersebut masuk kategori tidak sehat, sehingga paparan udara luar ruangan perlu diwaspadai, terutama oleh kelompok masyarakat yang rentan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Muaro Jambi mengingatkan warga agar tidak menganggap sepele kondisi tersebut. Asap dan partikulat halus dari kebakaran hutan dan lahan dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

BACA JUGA:Langit Jambi Membandel, Hujan Buatan Mandek: Karhutla Tembus 300 Hektare

Kepala Dinkes Muaro Jambi, Aang Hambali, mengatakan memburuknya kualitas udara berpotensi meningkatkan keluhan seperti iritasi saluran pernapasan dan batuk.

“Kondisi seperti ini dapat meningkatkan rasa iritasi pada saluran pernapasan, batuk, atau gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi kelompok rentan,” kata Aang, Senin (10/8) siang.

Menurut Aang, anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki penyakit jantung dan gangguan paru-paru merupakan kelompok yang harus mendapat perhatian lebih. Paparan udara tercemar dalam kondisi seperti ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada mereka.

Karena itu, Dinkes meminta kelompok rentan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada level tidak sehat.

“Batasi kegiatan di luar ruangan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit jantung atau paru-paru. Kalau tidak ada keperluan penting, sebaiknya hindari aktivitas di luar rumah,” tegasnya.

Bagi warga yang tetap harus keluar rumah, perlindungan diri juga menjadi hal penting. Dinkes menyarankan penggunaan masker yang memiliki kemampuan menyaring partikulat halus, bukan sekadar menutup wajah.

BACA JUGA:Kemarau Mulai Cekik Warga Tanjabtim, Sumur Mengering dan Karhutla Mengintai

“Jika terpaksa keluar rumah, pakailah masker pelindung seperti N95 atau KF94. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikulat halus ke saluran pernapasan,” tandas Aang.

Dengan ISPU yang telah mencapai 190, masyarakat diminta lebih disiplin membatasi paparan asap. Kondisi udara yang terlihat biasa saja tidak berarti bebas dari partikel pencemar yang dapat terhirup setiap kali bernapas. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx