Pipa minyak milik Pertamina yang berada di dalam sebuah bangunan liar di ruas Jalan Surya Darma Km 9, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, yang diduga dibobol, masih diberi garis polisi. Kasus ini kini masih ditangani oleh Polsek Kota Baru.

Pertamina Didesak Sisir Seluruh Jalur Pipa di Jambi, Bangunan Liar di Atas Pipa Harus Ditertibkan

Posted on 2026-08-04 20:16:00 dibaca 65 kali

JAMBI – Dugaan pencurian minyak melalui illegal tapping di kawasan Paal X, Kenali Asam, Kota Jambi, menjadi alarm serius bagi keamanan aset energi nasional. Anggota Komisi XII DPR RI Dapil Jambi, Syarif Fasha, mendesak Pertamina segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jaringan pipa minyak dan gas di Provinsi Jambi serta menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas jalur pipa.

Menurut Fasha, keberadaan bangunan di atas maupun menutupi jalur pipa bukan hanya membuka peluang terjadinya pencurian, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.

"Seluruh jalur pipa harus segera disisir. Jangan sampai masih ada pipa yang berada di dalam atau di bawah bangunan liar. Ini persoalan keselamatan dan harus segera ditertibkan," kata Fasha saat meninjau lokasi dugaan pembobolan pipa Pertamina di kawasan Paal X, Selasa (4/8/2026).

BACA JUGA:Kapal Terlambat, Pertalite di Jambi Sempat Langka; DPR Minta Pertamina Perkuat Cadangan Stok

Ia menilai modus pencurian dari dalam bangunan merupakan pola baru yang patut diwaspadai. Karena itu, ia meyakini kasus serupa berpotensi tidak hanya terjadi di satu lokasi.

Fasha mengaku telah berkomunikasi langsung dengan jajaran direksi Pertamina, termasuk Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan (PHR), agar dilakukan pemeriksaan di seluruh jalur pipa yang berpotensi rawan.

"Saya sudah berkoordinasi dengan direksi. Kami minta temuan ini segera ditindaklanjuti dan seluruh jalur pipa diperiksa," ujarnya.

Dalam peninjauannya, Fasha menyebut lokasi dugaan illegal tapping berada di tepi jalan lintas, tidak jauh dari Puskesmas Paal 10. Menurutnya, aksi tersebut sangat berbahaya karena pipa minyak memiliki tekanan sekitar 50 bar.

Ia mengingatkan, apabila terjadi kebocoran yang memicu kebakaran, dampaknya bisa sangat besar dan sulit dikendalikan.

"Kalau sampai terjadi kebakaran, proses pemadaman akan sangat sulit. Dampaknya bisa menghancurkan lingkungan di sekitarnya," tegasnya.

Selain meminta masyarakat tidak terlibat dalam praktik pencurian minyak, Fasha juga mendorong kepolisian mengusut tuntas jaringan pelaku agar aksi serupa tidak kembali terulang di lokasi lain.

Pertamina Lakukan Pengecekan Menyeluruh

Menindaklanjuti temuan tersebut, PT Pertamina EP Jambi Field memastikan akan melakukan pemeriksaan terhadap bangunan-bangunan yang berdiri di atas jalur pipa minyak perusahaan.

Field Manager PT Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, mengatakan indikasi adanya bangunan di atas jalur pipa kemungkinan tidak hanya ditemukan di satu titik.

"Bangunan di atas jalur pipa memang sudah ada di beberapa lokasi. Sesuai arahan, semuanya akan kami cek kembali," katanya.

Menurut Kurniawan, pemeriksaan dilakukan bukan semata untuk mengantisipasi pencurian minyak, tetapi juga memastikan keselamatan warga yang bermukim di sekitar jalur pipa.

"Walaupun tidak ada indikasi pencurian, keberadaan bangunan di atas pipa tetap memiliki risiko tinggi sehingga perlu dievaluasi," ujarnya.

BACA JUGA:Harga Pertamax dan Pertamina Dex Dikabarkan Turun, Begini Proyeksinya

Pertamina juga menegaskan penertiban akan dilakukan melalui pendekatan persuasif dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat kepolisian, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah kelurahan.

"Kami mengedepankan sosialisasi dan koordinasi. Pendekatan humanis menjadi prioritas dalam penanganan bangunan yang berada di atas jalur pipa," pungkas Kurniawan. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx