Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto saat memberi keterangan
JAMBI-Rencana pelebaran ruas jalan nasional yang melintasi kawasan Universitas Jambi (Unja) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin terus menunjukkan perkembangan. Saat ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi tengah menyelesaikan tahapan studi kelayakan atau feasibility study sebagai dasar untuk menentukan kelanjutan proyek tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala BPJN Jambi, Robert Eduard Sihotang, mengatakan proses kajian teknis masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Hasil studi tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan tahapan berikutnya, termasuk perencanaan teknis serta kebutuhan anggaran pembangunan.
BACA JUGA:Tol Jambi-Palembang Makin Dekat, Perjalanan 7 Jam Bakal Terpangkas Jadi 3 Jam
Menurut Robert, pelebaran jalan dinilai sangat mendesak mengingat kondisi ruas jalan saat ini sudah tidak lagi mampu menampung tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari. Akibat keterbatasan kapasitas tersebut, kemacetan kerap terjadi, terutama pada pagi dan sore hari saat aktivitas masyarakat sedang tinggi.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut merupakan salah satu jalur paling sibuk di Provinsi Jambi. Selain menjadi akses utama menuju dua perguruan tinggi terbesar di daerah itu, ruas jalan tersebut juga menjadi penghubung bagi masyarakat yang menuju berbagai kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, hingga akses ke Jalan Tol Pijoan.
Meningkatnya jumlah kendaraan yang menggunakan jalur tersebut dalam beberapa tahun terakhir membuat kondisi lalu lintas semakin padat. Kehadiran pintu masuk dan keluar jalan tol turut menambah intensitas kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan barang, sehingga kapasitas jalan yang ada dinilai sudah tidak memadai.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, BPJN Jambi merencanakan pelebaran jalan nasional dengan panjang sekitar 7,5 hingga 8 kilometer. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang selama ini sering terjadi di kawasan pendidikan tersebut.
Namun demikian, Robert menegaskan bahwa pelaksanaan proyek tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah pusat. Salah satu aspek penting yang harus diselesaikan terlebih dahulu adalah proses pembebasan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penentu agar rencana pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal. Tanpa dukungan dalam penyediaan lahan, tahapan konstruksi akan sulit direalisasikan meskipun kajian teknis telah selesai dilakukan.
Hingga saat ini, BPJN Jambi juga belum dapat memastikan besaran anggaran yang diperlukan untuk proyek tersebut. Nilai kebutuhan dana masih dihitung berdasarkan hasil studi kelayakan dan perencanaan teknis yang sedang disusun. Perhitungan tersebut akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan pelebaran badan jalan, pembebasan lahan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Robert menambahkan bahwa usulan pelebaran ruas jalan nasional tersebut telah menjadi perhatian karena pertumbuhan mobilitas masyarakat di kawasan itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut membuat kapasitas jalan yang tersedia tidak lagi sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas setiap harinya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menyatakan dukungannya terhadap rencana pelebaran jalan tersebut. Ia menilai proyek itu layak menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi karena memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat.
Menurut Edi, kawasan tersebut bukan hanya menjadi lokasi dua perguruan tinggi besar, tetapi juga menjadi pusat aktivitas pendidikan lainnya. Di sepanjang ruas jalan itu terdapat sejumlah sekolah unggulan, seperti SMA Titian Teras, MAN Cendekia, dan SMA Negeri 1 Muaro Jambi. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi akses menuju stadion internasional yang sering digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga maupun acara berskala besar.
Dengan banyaknya pusat pendidikan dan fasilitas umum yang berada di sekitar jalan nasional tersebut, peningkatan kapasitas jalan dinilai akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk mahasiswa, pelajar, tenaga pendidik, serta pengguna jalan lainnya.
Edi menegaskan bahwa keberhasilan proyek tersebut membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, serta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi diharapkan memiliki komitmen yang sama agar seluruh tahapan dapat berjalan tanpa hambatan.
BACA JUGA:Jalan Rusak Diperbaiki, Tapi Truk Batu Bara Masih Leluasa? Sorotan Pengawasan di Batanghari Menguat
Menurutnya, koordinasi yang baik akan mempercepat realisasi proyek strategis tersebut sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Ia juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, terutama dalam penyelesaian persoalan administrasi dan pembebasan lahan yang menjadi salah satu syarat utama sebelum pembangunan fisik dimulai.
Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai rencana, pelebaran jalan nasional di kawasan Unja dan UIN diharapkan mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung kelancaran aktivitas pendidikan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Muaro Jambi maupun Kota Jambi. (*)