Karhutla Kembali Membara di HLG Londerang, 142 Personel dan Helikopter Dikerahkan
JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji kesiapan tim pemadam di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Jambi. Sebany
Read more
JAMBI – Warga Jambi diminta mewaspadai perubahan cuaca pada Senin (21/9). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan ringan, termasuk kawasan Sumatera.
Perhatian khusus diberikan terhadap wilayah Jambi bagian timur yang masuk dalam area berpotensi mengalami pertumbuhan awan cumulonimbus (CB). Awan jenis ini dapat berkembang menjadi awan hujan dengan kondisi cuaca yang lebih signifikan.
Dalam prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG, potensi pertumbuhan awan cumulonimbus juga terpantau di sejumlah wilayah Sumatera, mulai dari bagian timur Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu hingga Lampung.
BACA JUGA:Cuaca Panas Ekstrem dan Polusi Udara Mengintai, Warga Diminta Waspadai Risiko ISPA
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu relatif cepat ketika pertumbuhan awan hujan mulai berkembang.
Selain potensi hujan, BMKG juga mendeteksi kondisi udara kabur di sejumlah wilayah Sumatera bagian tengah hingga selatan. Kondisi udara seperti ini berpotensi mengurangi jarak pandang dan perlu diwaspadai pengguna kendaraan, khususnya saat berkendara pada pagi maupun kondisi jarak pandang terbatas.
Secara umum, cuaca di wilayah Indonesia bagian barat pada Senin diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Sejumlah wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah berpotensi diguyur hujan ringan.
Potensi hujan juga terdapat di Pulau Jawa, khususnya wilayah Jawa bagian barat seperti Serang dan Bandung. Sementara di Indonesia bagian timur, hujan ringan berpotensi terjadi di Sulawesi bagian barat, Ambon, Maluku, serta Papua bagian utara hingga tengah.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi gangguan terhadap aktivitas penerbangan akibat pertumbuhan awan cumulonimbus. Selain wilayah Sumatera, awan tersebut berpotensi tumbuh di Kalimantan Barat bagian utara dan Kalimantan Utara.
Bagi masyarakat yang menggunakan transportasi udara, BMKG mengimbau agar terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari bandara maupun maskapai penerbangan.
BACA JUGA:Peluang Hujan Muncul di Jambi, Satgas Karhutla Harap Operasi Modifikasi Cuaca Berhasil
Sementara itu, kondisi udara kabur juga berpotensi terjadi di beberapa daerah lain, seperti Mataram, Sorong dan Manokwari. Di Banjarmasin, BMKG mendeteksi potensi asap atau kabut yang dapat menurunkan kualitas udara serta mengganggu jarak pandang dan kenyamanan pernapasan.
Masyarakat Jambi diimbau tetap mengikuti perkembangan prakiraan cuaca terbaru BMKG, terutama bagi yang melakukan perjalanan atau aktivitas di wilayah yang berpotensi mengalami hujan dan pertumbuhan awan cumulonimbus. (*)
JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji kesiapan tim pemadam di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Jambi. Sebany
Read moreJAMBI – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian. Hingga pertengahan September 2026, hasil pemantauan
Read moreJAMBI – Upaya menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang kembali menghadapi ke
Read moreMUARASABAK – Jarak permukiman warga dengan jaringan listrik PLN hanya sekitar 2,5 kilometer. Namun bagi sekitar 40 kepala keluarga (KK) di Desa
Read moreMUARO JAMBI — Keberadaan aktivitas penumpukan pasir atau stockpile milik CV Lintas Makmur Sejahtera di Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar
Read moreMERANGIN - Seorang pria berinisial S (41) menjadi korban penusukan di kawasan Taman Bujang Upik, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kab
Read more