Al Haris Rombak 13 Pejabat Eselon II, Tandry Adi Negara Pimpin Bappeda Jambi
JAMBI– Gubernur Jambi Al Haris melantik dan mengambil sumpah 13 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jamb
Read more
SUNGAI PENUH – Hujan deras kembali memicu longsor di jalur nasional Sungai Penuh–Tapan, yang menghubungkan Provinsi Jambi dengan Sumatera Barat. Akibatnya, akses transportasi di kawasan tersebut terputus total, sementara kendaraan dari kedua arah terpaksa berhenti dan mengantre panjang.
Material tanah dan bebatuan kembali menutup badan jalan sejak Sabtu (10/10/2026) sore. Hingga Minggu (11/10/2026) siang, jalur yang menjadi penghubung penting antara Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, dan wilayah Pesisir Selatan itu belum dapat dilewati kendaraan.
Longsor susulan terjadi ketika proses pembersihan material di lokasi sebelumnya belum mampu memulihkan akses secara permanen. Alat berat yang telah dikerahkan sempat membersihkan timbunan tanah, tetapi hujan lebat yang kembali mengguyur kawasan tersebut memicu longsor baru.
BACA JUGA:Kabar Baik untuk Warga Depati Tujuh, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Dibangun
Kondisi ini membuat upaya pembukaan jalan kembali terkendala. Kendaraan yang hendak menuju Sumatera Barat dari Sungai Penuh maupun pengendara dari arah Tapan menuju Kerinci harus menghentikan perjalanan hingga situasi memungkinkan.
Kasat Lantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, membenarkan terputusnya jalur tersebut akibat longsor susulan. Ia menjelaskan, material longsor sebelumnya sudah dibersihkan menggunakan alat berat, tetapi kondisi cuaca menyebabkan badan jalan kembali tertutup.
“Jalan yang sebelumnya tertutup longsor sudah dibersihkan. Namun, beberapa saat kemudian terjadi hujan lebat yang mengakibatkan longsor kembali. Arus lalu lintas lumpuh total,” ungkap Into.
Longsor di Wilayah Pesisir Selatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir bandang dan tanah longsor melanda kawasan Tapan, Kecamatan Renah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sejak Sabtu sore.
Material longsor yang menimbun badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas. Hingga Minggu siang, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali jalur nasional tersebut.
Karena lokasi longsor berada di wilayah hukum Pesisir Selatan, koordinasi dengan pihak kepolisian setempat terus menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi dan perkembangan penanganan di lapangan.
Into menegaskan, sampai Minggu siang, kendaraan masih belum bisa melewati lokasi terdampak.
“Ya, sampai siang ini jalan belum bisa dilewati. Nanti kita update kalau sudah bisa dilalui dan berkoordinasi dengan Kapolsek Tapan. Karena yang longsor wilayah Pesisir Selatan,” ujarnya.
Pengendara Diminta Tidak Memaksakan Perjalanan
Kepolisian mengimbau masyarakat yang berencana melintasi jalur Sungai Penuh–Tapan agar menunda keberangkatan untuk sementara waktu atau mempertimbangkan rute alternatif yang aman.
Pengendara yang telanjur berada di sekitar lokasi diminta mencari tempat aman untuk beristirahat, seperti rumah makan atau masjid terdekat, sembari menunggu informasi resmi mengenai perkembangan penanganan bencana.
BACA JUGA:Kabar Baik untuk Warga Depati Tujuh, Jalan Belui–Koto Lanang Segera Dibangun
Masyarakat juga diminta tidak mencoba menerobos timbunan longsor. Selain badan jalan masih tertutup material, kondisi tanah yang labil dan potensi hujan deras dapat memicu longsor susulan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Terputusnya jalur Sungai Penuh–Tapan menjadi kendala serius bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah. Jalur ini merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan Kerinci dan Sungai Penuh di Jambi dengan wilayah Sumatera Barat.
Sampai akses kembali dinyatakan aman dan dapat dilalui, masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari petugas serta tidak mengambil risiko dengan melanjutkan perjalanan ke titik longsor. (*)
JAMBI– Gubernur Jambi Al Haris melantik dan mengambil sumpah 13 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jamb
Read moreJAMBI– Ketidakpastian status kepemilikan tanah di kawasan aset Pertamina, Kota Jambi, kembali memicu gelombang protes. Ratusan warga menggelar a
Read moreJAMBI– Ketidakjelasan status lahan yang masuk zona merah Pertamina di kawasan Kenali Asam Bawah, Kota Jambi, mulai memicu persoalan baru bagi wa
Read moreJAMBI– Persoalan dugaan tumpang tindih lahan Barang Milik Negara (BMN) eks Pertamina dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) masyarakat di Kota Jambi
Read moreJAMBI– Aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di kawasan Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, berujung penggerebeka
Read moreJAMBI – Kantor Pertanahan Kota Jambi memperkuat sistem pengamanan pelayanan pertanahan untuk mempersempit ruang gerak praktik percaloan hingga m
Read more