10.742 Hotspot Terdeteksi di Jamb, Batanghari Jadi Wilayah dengan Kebakaran Terluas
JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan aktivitas kebaka
Read more
JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengambil langkah tambahan untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Salah satu upaya yang disiapkan yakni pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, operasi tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla mengingat kondisi kebakaran dan kualitas udara masih menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan terakhir, ratusan titik panas masih terdeteksi di wilayah Jambi.
BACA JUGA:Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Dua Pesawat Jakarta–Jambi Alami Delay
“Hotspot hari ini masih sekitar 500-an. Yang paling banyak berada di wilayah Tanjung Jabung Timur,” ujar Al Haris usai rapat evaluasi penanganan karhutla di Posko Bencana Provinsi Jambi, Rabu (30/9/2026).
Selain pemantauan hotspot, tim gabungan juga masih melakukan penanganan terhadap titik api yang belum sepenuhnya padam. Saat ini terdapat tujuh lokasi kebakaran yang masih dalam tahap pemadaman dan proses pendinginan.
Menurut Al Haris, kondisi atmosfer berdasarkan informasi BMKG mulai memungkinkan untuk dilakukan modifikasi cuaca. Ketersediaan potensi awan menjadi salah satu faktor pendukung agar operasi hujan buatan dapat dilaksanakan.
“Rencananya OMC akan dilakukan mulai 1 Oktober hingga 4 Oktober,” jelasnya.
Selain mengupayakan hujan melalui teknologi modifikasi cuaca, Satgas Karhutla juga tetap menyiapkan dukungan pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing. Namun, operasi udara tersebut masih mempertimbangkan kondisi jarak pandang akibat asap.
“Kita masih menunggu kondisi yang memungkinkan agar helikopter dapat beroperasi secara optimal,” katanya.
Al Haris memastikan personel dan peralatan penanganan karhutla tetap disiagakan di berbagai lokasi rawan. Tim di lapangan terus melakukan pemadaman serta pembasahan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
“Peralatan sudah banyak disiapkan. Lebih dari 15 unit, termasuk yang berada di lokasi sekitar 12 unit dan tambahan lainnya,” ujarnya.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Kondisi kawasan yang berupa hutan dan medan sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.
BACA JUGA:10.742 Hotspot Terdeteksi di Jamb, Batanghari Jadi Wilayah dengan Kebakaran Terluas
Selain akses yang terbatas, asap tebal juga menjadi kendala dalam pelaksanaan pemadaman melalui udara. Karena itu, strategi penanganan dilakukan secara bertahap melalui kombinasi pemadaman darat, pendinginan, patroli, serta dukungan operasi modifikasi cuaca.
Pemerintah berharap pelaksanaan OMC dapat membantu mengurangi dampak karhutla dan mempercepat proses pemadaman di wilayah yang masih mengalami kebakaran. (*)
JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan aktivitas kebaka
Read moreJAMBI – Kondisi kualitas udara di Kota Jambi kembali menjadi perhatian setelah kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan pada Rabu (30/9/2026). La
Read moreJAMBI— Kabut asap kembali mengusik aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Menurunnya jarak pandang membuat dua penerbangan dari Ba
Read moreJAMBI – Bau menyengat dari sebuah rumah di RT 25, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, membuat warga sekitar penasaran. Sete
Read moreKERINCI – Perebutan kursi Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci periode 2026–2031 memasuki tahapan penting. Sebanyak tu
Read moreJAMBI – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terus mencari solusi untuk memperluas akses telekomunikasi ke sejumlah wilayah yan
Read more