Tak Terlihat Sepekan, Pria di Cempaka Putih Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Membusuk
JAMBI – Bau menyengat dari sebuah rumah di RT 25, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, membuat warga sekitar penasaran. Sete
Read more
JAMBI— Kabut asap kembali mengusik aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Menurunnya jarak pandang membuat dua penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Jambi harus mengalami penundaan keberangkatan, Rabu (30/9/2026).
Dua penerbangan yang terdampak masing-masing Citilink Indonesia QG 960 dan Garuda Indonesia GA 126. Citilink yang sedianya berangkat dari Jakarta pukul 10.25 WIB, sementara Garuda Indonesia dijadwalkan lepas landas pukul 10.35 WIB.
Penundaan dilakukan lantaran kondisi jarak pandang di Jambi belum sepenuhnya mendukung proses kedatangan pesawat. Maskapai masih menunggu perkembangan terbaru cuaca sebelum memastikan penerbangan dilanjutkan.
BACA JUGA:Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Sungaipenuh, Sekolah Diminta Siapkan Pembelajaran Daring
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menjelaskan persoalan utama bukan berada pada kemampuan pesawat untuk melakukan lepas landas, melainkan ketika pesawat akan mendarat di Jambi.
“Untuk proses lepas landas (take off), kondisi visual masih memungkinkan dilakukan. Tantangan utama saat ini berada pada proses pendaratan karena membutuhkan kondisi jarak pandang yang cukup bagi pilot,” ujar Ardon.
Berdasarkan pemantauan pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang di kawasan Bandara Sultan Thaha Jambi tercatat sekitar 1.200 meter. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelancaran operasional penerbangan.
Pihak bandara, kata Ardon, terus memantau perubahan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan maskapai. Informasi mengenai perkembangan jarak pandang akan diperbarui secara berkala sebagai bahan pertimbangan operasional penerbangan.
“Setiap perkembangan kondisi cuaca akan terus kami informasikan kepada pihak maskapai maupun pengguna jasa bandara agar penerbangan dapat berjalan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” katanya.
BACA JUGA:Asap Karhutla Ancam Pernapasan Anak, IDAI Bagikan Langkah Pencegahannya
Ardon meminta calon penumpang tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah ditentukan sebelumnya. Penumpang diminta aktif memantau informasi terbaru dari maskapai karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
Gangguan ini menunjukkan kabut asap tidak hanya berdampak pada kualitas udara, tetapi juga mulai berimbas pada sektor transportasi udara. Rendahnya jarak pandang menjadi persoalan serius terutama pada fase pendaratan yang membutuhkan visibilitas memadai bagi pilot.
Penumpang yang memiliki penerbangan dari maupun menuju Jambi diimbau mengecek status penerbangan secara berkala kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. (*)
JAMBI – Bau menyengat dari sebuah rumah di RT 25, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, membuat warga sekitar penasaran. Sete
Read moreKERINCI – Perebutan kursi Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci periode 2026–2031 memasuki tahapan penting. Sebanyak tu
Read moreJAMBI – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terus mencari solusi untuk memperluas akses telekomunikasi ke sejumlah wilayah yan
Read moreJAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus meluas. Pemetaan terbaru Unit Geographic Information System (GIS) Komunitas
Read moreJAMBI - Warga Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), digemparkan dengan penemuan seorang bayi laki-lak
Read moreJAMBI — Dugaan RS Siloam Hospital Jambi yang menolak pasien peserta BPJS Kesehatan berbuntut Panjang. Komisi IV DPRD Kota Jambi berencana mendat
Read more