Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji

10.742 Hotspot Terdeteksi di Jamb, Batanghari Jadi Wilayah dengan Kebakaran Terluas

Posted on 2026-09-30 15:52:36 dibaca 102 kali

JAMBI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan aktivitas kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah dengan ribuan titik panas terpantau sejak awal tahun.

Berdasarkan laporan situasi karhutla Provinsi Jambi hingga 29 September 2026, tercatat sebanyak 10.742 hotspot terdeteksi sepanjang periode Januari hingga akhir September. Pada pemantauan terakhir, sebanyak 177 titik panas masih tercatat aktif hingga Selasa malam.

Dari rangkaian kejadian tersebut, estimasi luas wilayah yang terdampak kebakaran mencapai 4.123,84 hektare. Kabupaten Batanghari menjadi daerah dengan luas kebakaran terbesar, yakni lebih dari 1.200 hektare.

BACA JUGA:Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Dua Pesawat Jakarta–Jambi Alami Delay

Selain Batanghari, sejumlah wilayah lain yang mengalami dampak cukup besar antara lain Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Muaro Jambi, dan Sarolangun.

Tidak hanya melakukan pemadaman, pemerintah bersama aparat gabungan juga memperkuat langkah pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Dari sisi hukum, Polda Jambi mencatat terdapat 86 perkara karhutla yang telah ditangani. Sebanyak 69 kasus masih dalam tahap penyelidikan, sementara 17 perkara telah masuk tahap penyidikan. Dalam proses tersebut, 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemantauan titik panas, patroli lapangan, edukasi masyarakat hingga proses hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.

Menurutnya, upaya pencegahan menjadi bagian penting agar kejadian kebakaran tidak terus berulang, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Selain pengendalian di darat, Satgas Karhutla Jambi juga memanfaatkan dukungan pemantauan udara untuk mengetahui perkembangan titik api dan mempercepat respons apabila ditemukan kebakaran baru.

Dampak kebakaran juga berpengaruh terhadap kualitas udara. Pada 29 September 2026 pagi, konsentrasi PM2.5 di Kota Jambi tercatat mencapai 229, sedangkan Kabupaten Muaro Jambi mencapai 300. Kondisi tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tebo juga mengalami penurunan kualitas udara dengan kategori tidak sehat.

Paparan asap akibat karhutla turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Laporan minggu ke-37 mencatat sebanyak 7.236 kasus ISPA terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

BACA JUGA:ISPU Jambi Tembus 267, Kabut Asap Kembali Selimuti Kota dan Warga Mulai Khawatir

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kualitas udara memburuk. Penggunaan masker saat berada di luar rumah, mengurangi aktivitas di area terbuka, serta segera mendapatkan layanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan menjadi langkah yang dianjurkan.

Polda Jambi bersama unsur terkait menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi karhutla, baik melalui pencegahan, penanganan lapangan maupun penegakan hukum. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx