Ilustrasi pembelajaran daring

Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara Sungaipenuh, Sekolah Diminta Siapkan Pembelajaran Daring

Posted on 2026-09-21 09:18:20 dibaca 118 kali

SUNGAIPENUH – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan pendidikan di Kota Sungaipenuh. Dinas Pendidikan setempat meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara.

Imbauan tersebut dituangkan dalam surat bernomor B/400.3.5/269/IX/2026/DISDIK.3 yang diterbitkan pada 18 September 2026.

Dalam surat tersebut, satuan pendidikan diminta memantau kondisi udara di lingkungan sekolah sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

BACA JUGA:Kabut Asap Karhutla Mulai Berdampak di Kerinci-Sungai Penuh, Kasus ISPA Capai 1.159

Dinas Pendidikan menyebut imbauan tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan data kualitas udara dari Dinas Lingkungan Hidup yang menunjukkan adanya peningkatan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Selain itu, data dari Dinas Kesehatan mengenai kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak usia sekolah juga menjadi salah satu pertimbangan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungaipenuh, Bovi, menegaskan bahwa kondisi kualitas udara harus menjadi perhatian sekolah karena dapat berdampak terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.

Karena itu, sekolah diminta tidak terpaku pada pembelajaran tatap muka apabila kondisi lingkungan dinilai tidak mendukung.

“Apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, maka satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring,” demikian bunyi imbauan Dinas Pendidikan.

Siswa Rentan Jadi Perhatian

Selain memberikan ruang bagi sekolah menerapkan pembelajaran daring, Dinas Pendidikan juga meminta perhatian khusus terhadap peserta didik yang memiliki kondisi kesehatan rentan terhadap paparan kabut asap.

Sekolah juga diminta memastikan pembelajaran jarak jauh tetap berjalan sesuai tujuan pendidikan. Penerapan sistem daring diharapkan tidak justru menambah beban bagi siswa selama kondisi udara belum membaik.

Para tenaga pendidik tetap diminta menjalankan tugas sesuai ketentuan dan melakukan koordinasi apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kerinci Belum Terapkan Kebijakan Serupa

Sementara itu, kebijakan pembelajaran daring akibat kabut asap tersebut sejauh ini belum diberlakukan di Kabupaten Kerinci.

Perbedaan langkah antara Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci menunjukkan bahwa penanganan kegiatan pendidikan dapat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara serta situasi kesehatan di masing-masing wilayah.

BACA JUGA:Kabut Asap Belum Mereda, Pemkot Jambi Perpanjang PJJ untuk Siswa TK hingga SMP

Dengan adanya surat imbauan tersebut, sekolah di Kota Sungaipenuh memiliki dasar untuk mengalihkan pembelajaran tatap muka ke sistem jarak jauh apabila kondisi udara dinilai tidak aman bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Pemantauan kualitas udara menjadi penting dilakukan secara berkala, terutama selama dampak karhutla masih berpotensi memengaruhi kondisi udara di wilayah tersebut. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx