Salah satu warga saat berusaha menghidupkan mesin gensetnya untuk kebutuhan elektroniknya saat di siang hari

Jaringan Listrik Tak Kunjung Masuk, 40 KK di Lagan Ulu Bertahun-tahun Bergantung Genset

Posted on 2026-09-20 07:37:21 dibaca 103 kali

MUARASABAK – Jarak permukiman warga dengan jaringan listrik PLN hanya sekitar 2,5 kilometer. Namun bagi sekitar 40 kepala keluarga (KK) di Desa Lagan Ulu, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, jarak tersebut seolah menjadi batas yang belum mampu ditembus.

Warga Dusun Suka Jaya RT 017 dan Dusun Geragai RT 08 hingga kini belum menikmati sambungan listrik PLN. Bertahun-tahun mereka harus bertahan dengan mesin diesel dan genset untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari.

Persoalan ini bukan baru muncul. Usulan penyambungan jaringan listrik telah disampaikan warga sejak 2020. Pengajuan kembali dilakukan pada 2025, bahkan pada Februari 2026 masyarakat kembali menyampaikan permohonan kepada pihak terkait.

BACA JUGA:Korsleting Listrik Picu Kebakaran, Mobil Ford Ranger di Muaro Jambi Hangus Total

Kepala Dusun Suka Jaya, Samsiah, S.Pd., mengatakan PLN sebelumnya telah turun langsung melakukan survei ke lokasi. Namun setelah survei tersebut, masyarakat masih menunggu kepastian kapan jaringan listrik benar-benar dibangun.

"Pada Februari 2026 kami kembali menyampaikan usulan. Pihak PLN juga sudah pernah turun melakukan survei ke lokasi," kata Samsiah.

Bagi warga, persoalannya bukan lagi sekadar mengusulkan. Mereka ingin ada kepastian atas kebutuhan dasar yang sudah bertahun-tahun dinantikan.

"Harapan besar kami, mudah-mudahan pihak PLN dan pemerintah bisa masuk ke sini dan melihat masih ada warga yang belum mendapatkan penerangan," ujarnya.

Genset Hanya Menyala Tiga Jam

Ketiadaan listrik PLN membuat warga harus menghitung setiap penggunaan bahan bakar. Genset tidak bisa dihidupkan sepanjang malam karena biaya operasional menjadi beban tambahan bagi keluarga.

Biasanya mesin hanya dinyalakan mulai sekitar pukul 18.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Samsul, salah seorang warga, mengatakan kondisi semakin berat karena bahan bakar untuk mengoperasikan mesin kini sulit diperoleh dan harganya cukup mahal.

"Biasanya mulai jam 6 sore dan mati sekitar jam 9 malam. Bahan bakarnya sekarang sulit didapat, selain mahal juga langka," ungkap Samsul.

Konsekuensinya dirasakan langsung anak-anak sekolah. Ketika genset tidak dapat digunakan, mereka harus belajar dengan bantuan senter atau lilin.

Kondisi tersebut dinilai semakin tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Aktivitas pendidikan, komunikasi hingga penggunaan telepon seluler kini membutuhkan akses listrik yang memadai.

Sirajuddin, warga lainnya, mengatakan kebutuhan listrik sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang masih bersekolah.

"Di era digital seperti sekarang, anak sekolah membutuhkan ponsel dan energi listrik. Tetapi untuk mendapatkan penerangan saja kami masih kesulitan," keluhnya.

Minta Pemerintah dan PetroChina Turun Tangan

Warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada survei dan pengajuan proposal. Mereka meminta pemerintah daerah maupun pemerintah pusat mencarikan solusi agar jaringan listrik dapat segera menjangkau dua dusun tersebut.

Selain pemerintah dan PLN, masyarakat juga berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah itu ikut melihat kondisi mereka, termasuk PetroChina.

"Kami berharap pemerintah dan terutama pihak PetroChina bisa melihat kondisi kami," sebut Sirajuddin.

BACA JUGA:Warga Penyengat Olak Keluhkan Dampak Stockpile Pasir, Aktivitas CV Lintas Makmur Sejahtera Diminta Dievaluasi

Bagi warga Lagan Ulu, pembangunan jaringan listrik bukan sekadar soal menyalakan lampu di malam hari. Akses listrik berkaitan langsung dengan kesempatan anak-anak untuk belajar, kemudahan berkomunikasi, serta aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Dengan jaringan PLN yang disebut hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer, masyarakat kini menunggu satu hal yang lebih konkret: kapan aliran listrik benar-benar sampai ke rumah mereka.

Setelah bertahun-tahun mengandalkan genset, warga berharap penantian tersebut tidak kembali berujung pada pengajuan dan survei tanpa kepastian realisasi. (*)

Copyright 2026 Jambitrends.com

Alamat: Kota Jambi

Telpon:

E-Mail: admin@jambitrends.com, kontak : 0823xxxxxxxx